#NulisRandom2017 hari ke-24


PENGINGAT

Lalu aku berkali-kali jatuh:

sebab Engkau memberi banyak;
aku mengambilnya sedikit

kerap lupa bahwa Engkau Segala Ada dan aku tiada setitik pun

Dimabuk dunia dimanjakan suka-suka
Satu bulan diberi kesempatan, apa sudah mahir
menunjukkan ketaatan?

Lalu aku berkali-kali jatuh

Engkau selalu membantuku berdiri dan berjalan lagi
Lantas sudah cukupkah aku berterima kasih?

Duh, diri, betapa kerdil.
Betapa kerdil.

#RAB, 24062017
#PuisiRAB

#NulisRandom2017
#day24
#RAB_NulisRandom

Iklan

#NulisRandom2017 hari ke-21


HATIKU TAK BERPINTU (2)

Hatiku tak berpintu
tidak ada ruang untuk menerima tamu*

Tapi kau kepala batu, tak peduli apa kataku
Entah bagaimana caranya
Kau sudah diam di ruang paling rahasia
tempatku menyembunyikan rasa

Lewat celah mana engkau masuk?
Adamu membuatku mabuk
Bahkan nyaris tanpa mengetuk

Siapa engkau ini?
Berani mematrikan diri
Tanpa izin sama sekali.

Hatiku tak berpintu
Tapi rumahku bertuliskan namamu.

 

#RAB,21062017

#NulisRandom2017
#day21
#RAB_NulisRandom

*penggalan baris puisi Hatiku Tak Berpintu_RAB

 

#NulisRAndom2017 hari ke-19


BUKAN SAJAK JATUH CINTA

Bahkan ada hari di mana aku ingin menganggit bintang-bintang
Menyematkannya di dadamu bersama sepasang lengan

Yang selalu siap terentang menerima kepulanganmu

 

Bahkan ada hari di mana aku ingin menghias ruang tamu,
mengecat pintu, membersihkan jendela,
dan menyemprotkan parfum kesukaanmu
di belakang telingaku

Juga ada hari-hari ketika aku kehilangan banyak kata,
hanya diam mengamati kerut-kerut di wajahmu,
membayangkan saat kita bersisian
saling pandang, bertukar banyak hal
dan menitipkan sentuhan

Ada lebih banyak hari saat kita menyibukkan diri
dengan ragam persoalan lalu saling melontarkan kekesalan
mencabik seluruh cerita yang susah payah dibangun

Tapi bahkan aku selalu tidak pernah menemukan alasan
Bagaimana hari-hariku jika tanpamu
Sebab sejak itu, satu kecemasan selalu mengantar kita
pada tekad saling menguatkan.

#RAB, 19062017
#NulisRandom2017

#RAB_NulisRandom
#puisiRAB

#NulisRandom2017 hari ke-16


LIHAT BETAPA KITA SUDAH TERGANTUNG!

bahkan sajian di meja makan pun

tidak lagi hanya seperangkat alat makan

lauk pauk 4 sehat 5 sempurna dengan segelas susu

 

ada telepon pintar

merekam percakapan yang jauh jadi dekat

yang dekat jadi jauh

bahkan jadi ritual

foto-unggah-makan

atau cekikian bersama seseorang di seberang

dan orang di sebelah atau sekumpulan itu

hanya menjadi patung;

sama-sama memandangi sang telepon pintar lebih mesra.

 

#RAB, 16062017

#NulisRandom2017

#day16

 

 

 

#NulisRandom2017 hari ke-14


BEGITU ITU BERANI?

huruf-huruf berserakan di beranda

tak diterbangkan angin, tak lesap tak lurus tak bengkok tak tahu tak mau tahu

 

Pagar dirusak, benteng digasak,

teman dihalau, tak ada yang baik tak ada yang bagus tak ada yang pantas

“saya berani, saya benar, saya yakin, saya utama, saya pertama!”

 

lalu

daun gugurpun

disalahkan.

 

#RAB, 14062017

#NulisRandom2017 hari ke-13


SERAT TRESNA

Kapan waktos teh samporét biasana gé, Jungjunan

Bihari,
Tina pucuk-pucuk ibun, kasono mindeng nyésakeun katineung sésa tepung
di mumunggang gunung

Saban panonpoé surup, réwuan du’a jadi kembang peuting nu maturan béntang, patingkaretip,

— siga harepan nu duaan

Geuning kiwari wanci resep nyamuni,
api-api jadi cika-cika nu mimiti langka

Tapi ti poè ka poé,
Ti peuting ka peuting,
rewuan du’a masih satia marengan hariring asih,
mindingan kasono dina simpé janari.

Keun, urang guar isuk pagéto dina lambaran carita nu teu weléh jadi katresna munggaran.

#RAB, 13062017
#SajakSundaRAB
#puisiRAB
#NulisRandom2017
#RAB_NulisRandom

#NulisRandom2017 hari ke-11


ALARM TUBUH

sejak kapan tiba
waktu yang segera berlalu?

usia memanjangkan sederet daftar keluhan;
tulang defisit kalsium, tenaga habis
memikul banyak peristiwa,
dan kepala yang mudah berat diserang angin

ke mana masa muda perkasa menuju?
setelah yang terselip dalam ransel
bertambah dengan minyak angin dan multivitamin

tidak jenuhkah ragam pekerjaan
terus-menerus minta diselesaikan?

#RAB, 11062017
#puisiRAB
#RAB_NulisRandom
#NulisRandom2017

 

#NulisRandom2017 hari ke-8


DEMI APA AKU HARUS MENDENGARKAN?
 
 
Kenangan ranum, dan perdebatan-perdebatan tanpa suara di antara.
 
Kau menyerukan kemungkinan, aku menggeleng pada sepetak lahan dalam peta dunia
Seharusnya kita menjejak benua itu, katamu.
 
Jauh sebelum itu, aku menggergaji banyak dahan-dahan impian yang tumbuh liar di pikiranku
Yang tersisa kini hanya akar kering, barangkali mati di kedalaman sana.
 
Aku memasang sayap dalam kata-kata di setiap balasan pesan, agar kau tidak sakit saat angin tak lagi memihakmu terbang lebih lama
 
Kau menunjuk sebuah kota, dan aku harus diam-diam tertawa
Sejak kapan kau menumbuhkan dahan baru?
 
 
#RAB, 08062017
#NulisRandom2017
#day8
#RAB_NulisRandom
#puisiRAB
 
 

#30daysRABwriting (26)


SAAT HUJAN DEKAT KINCIR AIR

 

Dua sungai bersimpangan menuju satu alir

Daun serumpun yang berkeriap di hijau taman

Deras pancuran, roda kincir yang tak lelah berputar

 

Ada matamu yang bertamu ke lancip dagu

Disertai sekantung kata-kata,

Hujan yang rinai, muka yang masai

 

Ini hari keberapa ratus membilang langkah?

Ricik air, udara gigil, bersatu dalam poci teh panas

 

Telapak nasib menelusuri undak berbatu

Menggumamkan lagu

 

Kupahat bintang di bibirmu

“Ini deras hujan rindu,” katamu.

 

#RAB, 26102016: 23.58 WIB

 

#30daysRABwriting (24)


GUMUK PASIR

 

Ada yang berbisik:
Angin yang mampir
Lelah yang hampir

Ayunan tak lagi sepasang

 

Ini masih jamannya selfie

Cekrek-cekrek-cekrek

Berbagai pose di gunungan pasir

 

Sandboarding, terlintas pikir dicoba

Tapi terik matahari terpindai dari sebutir

Kelapa muda

Kita tenggak bersama

 

Ada yang berbisik:

Kenangan yang diciptakan

Ayunan yang tak lagi sepasang

Sedang jemari membilang pasir

Waktu.

 

 

#RAB, 24102016