#NulisRandom2017 hari ke-14


BEGITU ITU BERANI?

huruf-huruf berserakan di beranda

tak diterbangkan angin, tak lesap tak lurus tak bengkok tak tahu tak mau tahu

 

Pagar dirusak, benteng digasak,

teman dihalau, tak ada yang baik tak ada yang bagus tak ada yang pantas

“saya berani, saya benar, saya yakin, saya utama, saya pertama!”

 

lalu

daun gugurpun

disalahkan.

 

#RAB, 14062017

Iklan

#NulisRandom2017 hari ke-13


SERAT TRESNA

Kapan waktos teh samporét biasana gé, Jungjunan

Bihari,
Tina pucuk-pucuk ibun, kasono mindeng nyésakeun katineung sésa tepung
di mumunggang gunung

Saban panonpoé surup, réwuan du’a jadi kembang peuting nu maturan béntang, patingkaretip,

— siga harepan nu duaan

Geuning kiwari wanci resep nyamuni,
api-api jadi cika-cika nu mimiti langka

Tapi ti poè ka poé,
Ti peuting ka peuting,
rewuan du’a masih satia marengan hariring asih,
mindingan kasono dina simpé janari.

Keun, urang guar isuk pagéto dina lambaran carita nu teu weléh jadi katresna munggaran.

#RAB, 13062017
#SajakSundaRAB
#puisiRAB
#NulisRandom2017
#RAB_NulisRandom

#NulisRandom2017 hari ke-11


ALARM TUBUH

sejak kapan tiba
waktu yang segera berlalu?

usia memanjangkan sederet daftar keluhan;
tulang defisit kalsium, tenaga habis
memikul banyak peristiwa,
dan kepala yang mudah berat diserang angin

ke mana masa muda perkasa menuju?
setelah yang terselip dalam ransel
bertambah dengan minyak angin dan multivitamin

tidak jenuhkah ragam pekerjaan
terus-menerus minta diselesaikan?

#RAB, 11062017
#puisiRAB
#RAB_NulisRandom
#NulisRandom2017

 

#NulisRandom2017 hari ke-8


DEMI APA AKU HARUS MENDENGARKAN?
 
 
Kenangan ranum, dan perdebatan-perdebatan tanpa suara di antara.
 
Kau menyerukan kemungkinan, aku menggeleng pada sepetak lahan dalam peta dunia
Seharusnya kita menjejak benua itu, katamu.
 
Jauh sebelum itu, aku menggergaji banyak dahan-dahan impian yang tumbuh liar di pikiranku
Yang tersisa kini hanya akar kering, barangkali mati di kedalaman sana.
 
Aku memasang sayap dalam kata-kata di setiap balasan pesan, agar kau tidak sakit saat angin tak lagi memihakmu terbang lebih lama
 
Kau menunjuk sebuah kota, dan aku harus diam-diam tertawa
Sejak kapan kau menumbuhkan dahan baru?
 
 
#RAB, 08062017
#NulisRandom2017
#day8
#RAB_NulisRandom
#puisiRAB
 
 

#30daysRABwriting (26)


SAAT HUJAN DEKAT KINCIR AIR

 

Dua sungai bersimpangan menuju satu alir

Daun serumpun yang berkeriap di hijau taman

Deras pancuran, roda kincir yang tak lelah berputar

 

Ada matamu yang bertamu ke lancip dagu

Disertai sekantung kata-kata,

Hujan yang rinai, muka yang masai

 

Ini hari keberapa ratus membilang langkah?

Ricik air, udara gigil, bersatu dalam poci teh panas

 

Telapak nasib menelusuri undak berbatu

Menggumamkan lagu

 

Kupahat bintang di bibirmu

“Ini deras hujan rindu,” katamu.

 

#RAB, 26102016: 23.58 WIB

 

#30daysRABwriting (24)


GUMUK PASIR

 

Ada yang berbisik:
Angin yang mampir
Lelah yang hampir

Ayunan tak lagi sepasang

 

Ini masih jamannya selfie

Cekrek-cekrek-cekrek

Berbagai pose di gunungan pasir

 

Sandboarding, terlintas pikir dicoba

Tapi terik matahari terpindai dari sebutir

Kelapa muda

Kita tenggak bersama

 

Ada yang berbisik:

Kenangan yang diciptakan

Ayunan yang tak lagi sepasang

Sedang jemari membilang pasir

Waktu.

 

 

#RAB, 24102016

#30daysRABwriting (22)


KITA ADALAH

Kita adalah kesepian masing-masing yang menemukan debur ombak di pinggir pantai.
Kita adalah riuh kata-kata yang menyatu dalam cerita

Kita adalah luka-luka yang saling menambalkan diri
Kita adalah unggun api yang menghangatkan kemping di hutan sunyi

Kita adalah keping teka-teki yang lama dinanti melengkapi gambar puzzle seutuhnya

Kita adalah dua cangkir kopi dan kisah kereta api

Kita adalah…

 

#RAB, 22102016: 02.30 WIB

#22ndday of #30daysRABwriting

#30daysRABwriting (20)


Aya kelemeng nu tembong unggal waktu
Dina simpé, di nu ramé
Weleh ngagupayan
Satutas panonpé surup
Anjeun nepungan wanci
Mihapékeun kasono dina angin

Dina haleuang peuting nu kapireng ngan sora anjeun
Dumadakan handaruan minuhan rohang-rohang haté

 

#RAB,19-20102016

#sajakSunda

#20thday of #30daysRABwriting

#30daysRABwriting (11)


DEAR, B
 
 
 
Count the blessings
Count the steps
 
I forget how hard or easy it starts
Then we spread wings and fly
 
What if that night we didn’t meet?
A glance in a cup of coffee won’t collide
 
We share laughs, lotta stories and craziness
 
When the line “Lemme see what I can do” is the favourite one often said
Then you stood tall and ask for dance
 
Again, I still say the same words with jitters
 
But look at us now,
Holding hands along the way
Cross the street every different days
 
We both born to live the life!
 
#RAB, 12102016: 01.49

 

 

 

#30daysRABwriting (9)


20160925_133734Pantai Baru

 

Kita ombak

Kita pasir

Kita pohon di tepi pantai

 

 

Lembab angin laut

Pecah tawa dihempas air:

Tanganmu tak henti menggenggam

Sisipkan banyak kenangan

 

 

Kita bertukar pandang

Selami laut lebih dalam

Di bola mata.

 

 

#RAB,10102016

#puisiRAB

*foto Pantai Baru, Yogyakarta