NGOMONGIN MANTAN


NGOMONGIN MANTAN

Di berita sedang ramai kasus artis yang diperkarakan karena ngomongin mantan. Konon awalnya cuma niat silaturahmi ketemu teman, ngobrol-ngobrol eh malah divideokan. Ya gitu deh yang namanya ngobrol dengan teman, memang ada kemungkinan tergelincir jadi membicarakan orang lain, hingga mantan pasangan. Kontrol diri memang standarnya tak pernah sama pada tiap orang, ada yang pandai mengerem ketika pembicaraan mulai menyinggung hal-hal negatif. Tapi ada juga teman yang semakin heboh saat dipancing, gosip deh, makin digosok makin sip. Dan kasus ini jadi “tamparan” keras buat kita, yang apa-apa divideokan, obrolan dan kisah rahasia yang seharusnya disimpan rapat malah lancar digelontorkan. Ranah pribadi jadi konsumsi publik. Niat lucu-lucuan, demi eksis, sampai niat menjatuhkan seseorang, semua tersembunyi di hati yang kedalamannya tak berdasar itu.

Baiklah, saya jadi ketularan juga ingin ngomongin (para) mantan. Buat saya, gak ada salahnya mengambil hal-hal baik yang pernah didapat ketika bersama mereka. Terlepas dari pertengkaran, perdebatan, hingga derai air mata yang tumpah, di kemudian hari selalu ada pelajaran yang bisa disimpulkan. 

Para mantan saya, rata-rata meninggalkan luka. Beberapa mungkin malah saya yang menancapkan kepedihannya. Tapi rasanya selalu ada hikmah. Yang buruk tak akan saya guar, demi ketahanan dan kedamaian semesta saat ini. (😁Tsah! Cieee..)

Beberapa kebiasaan positif (para) mantan pacar  di masa lalu yang ditularkan ada macam-macam. Misalnya, meracuni saya baca buku-buku Pram dan Djenar, menularkan kebiasaan meredam emosi jika pesanan makanan salah atau tumpah, memengaruhi untuk berani mencoba makanan yang rasanya asing. Kebiasaan negatif juga ada, tapi itu jadi pelajaran. Misalnya malas dan lelet kalau janjian, jadinya saya berusaha untuk tepat waktu dan tidak meniru hal itu. Ada yang cemburuan minta ampun tanpa pandang bulu, bikin saya gerah dan merasa dibatasi. Jadinya ya saya juga belajar mengendalikan, meskipun kalau saya lihat pasangan saya sekarang jalan sama Raisa bisa ngomel panjang lebar.

Dalam beberapa kasus, jika hubungan dengan mantan bisa diperbaiki, bisa jadi malah menguntungkan urusan (walau ini jarang banget, sebab rata-rata malah bikin males, ye kaaaan? 😜)

Sebetulnya tidak hanya dengan mantan pasangan. Mantan rekan sejawat dan orang-orang yang pernah berarsiran, semua punya potensi sama. Saling menularkan kebiasaan positif atau saling menyinggung perasaan. Tapi segalanya kembali pada kita, mau mengambil pelajaran dan menyimpan hal buruk, atau mengumbar kekurangan mereka dengan mulut ember ke mana-mana?

Mungkin kesal, sakit hati, atau benci, bercampur di hati akibat peristiwa masa lalu. Namun jangan lupa, karena mereka lah kita punya hidup yang lebih baik dan berbahagia saat ini. 

Sekian. Salam buat mantan kamu yang manis dan ngegemesin itu.

*fotonya stasiun aja, soalnya mau pajang foto mantan malah bingung, mau pasang foto Darius Sinathrya, Juna Rorimpandey, atau si dia yang itu. 😎

F18F9F52-D4C4-42CC-AF96-BE6CD1FF71E1.jpeg

Iklan